Tidak Dilihat Melainkan Amal Terdahulu

in


Langit dan Bumi


Lihatlah ke arah langit. Apa yang terlintas di fikiran kita? Biru. Indah. Subhanallah, Maha Suci Allah.
Lihat pada bumi. Apa yang terlintas di fikiran?

Firman Allah Ta’ala:

190. Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berakal

191. (Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.

(Ali Imran: 190-191)

Kelak, langit dan bumi tersebut akan berubah. Langit akan terbelah, menjadi rapuh, juga dilenyapkan.
Bumi yang dipijak akan dihancurkan.
Bilakah kejadian itu? 

Firman Allah ‘Azza wa Jalla:
13. Apabila ditiup sangkakala dengan sekali tiupan 14. dan bumi serta gunung-ganang diangkat lalu dihancurkan keduanya dengan sekali hancur. 15. Maka pada saat itu berlakulah hari kiamat 16. dan terbelahlah langit, maka pada saat itu langit menjadi rapuh (dan runtuh).
(Al-Haqqah: 13-16)

Perhitungan Amal

Maka pada saat itu berlakulah hari kiamat. Hari di mana manusia dihadapkan kepada Allah, dan berlakulah perhitungan amal. Tiada sesuatu pun yang dapat disembunyikan, dan diri menjadi saksi kepada diri sendiri. 

Pada hari itu, kamu semua dihadapkan (kepada Allah, untuk hitungan amal), tidak ada sesuatu pun daripada kamu yang tersembunyi (bagi Allah).
(Al-Haqqah: 18)

8. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk mengembalikannya (hidup semula sesudah mati) 9. Pada hari didedahkan segala rahsia.
(At-Tariq: 8-9)

21. Berkatalah mereka kepada kulit badan mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah telah menjadikan kami dapat berkata-kata, Dia yang berkuasa menjadikan tiap-tiap sesuatu berkata-kata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada mulanya, dan kepadaNyalah kamu dikembalikan (untuk menerima balasan).

22. "Dan kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulit kamu terhadap diri kamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.”
(Fussilat: 21-22)

Dari 'Adi bin Hatim r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Tiada seorangpun daripada engkau semua, melainkan akan dibicara oleh Tuhannya, tidak ada antara dia dengan Tuhannya seorang perantara bahasa.


Orang itu lalu melihat ke arah kanannya, tetapi tidak ada yang dilihat olehnya, melainkan amalan yang telah dilakukan dahulu, dan dia melihat ke arah kirinya, maka tidak ada yang dilihat olehnya melainkan amalan yang dilakukan dahulu, seterusnya dia melihat ke hadapan, maka tidak ada yang dilihat olehnya melainkan neraka yang ada di hadapan mukanya itu.


Maka takutlah engkau semua pada seksa api neraka, sekalipun dengan jalan sedekah dengan belahan kurma." (Muttafaqun 'alaih)
(Riyadhus Solihin no.405)


Amal perbuatan dan perkataan yang kita lakukan SEKARANG inilah, amal TERDAHULU itu.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...